Asisten Lapangan
Namaku Didi. Sebelum kisah ini dimulai, hidupku cukup tenang. Pagi minum kopi, siang minum kopi lagi, sore berpikir mau minum kopi apa tidak. Namun semua berubah ketika Yayasan Senjakala menunjukku menjadi Asisten Lapangan atau yang lebih keren disebut ASLAP untuk program Makan Gratis Kerajaan Cilupir. Ketika pertama kali menerima tugas itu, aku langsung merasa bangga. “Pak Didi, Bapak kami tunjuk menjadi bagian tim inti dapur,” kata Ketua Yayasan. Aku mengangguk mantap. “Siap, Pak.” “Tugasnya cukup berat.” “Siap, Pak.” “Bisa membuat Bapak sering pulang malam.” “Siap, Pak.” “Kadang bisa bikin stres.” “Siap, Pak.” “Honor belum tentu bikin kaya.” Aku terdiam. “Boleh saya pikir-pikir dulu, Pak?” Untungnya semua tertawa dan akhirnya aku tetap menerima tugas itu. Hari interview relawan pun tiba. Dari pagi sampai sore aula Yayasan Senjakala dipenuhi pelamar. Ada yang melamar jadi koki, petugas distribusi, administrasi, gudang, hingga ahli gizi. Karena aku sudah ditunjuk lebih dulu, aku...